Selasa, 16 Desember 2014

“FUNGSI PANDANGAN MAGIS DAN KESAN ANGKER TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DALAM UPAYA PELESTARIAN LINGKUANGAN”



“FUNGSI PANDANGAN MAGIS DAN KESAN ANGKER
TERHADAP LINGKUNGAN
SEBAGAI KEARIFAN LOKAL
 DALAM UPAYA  PELESTARIAN LINGKUANGAN”

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP.

DI SUSUN OLEH
NAMA            : LILIANY RATNA PRAMESTI
NIM                : 3101412022
ROMBEL       : 10


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013


                Indonesia pada abad 21 ini sudah mengalami masa industrialisasi yang luar biasa hebatnya. Dengan berkembangnya banyak industri ini mulai memunculkan banyak masalah lingkungan seperti kerusakan hutan, tanah longsor, banjir, erosi tanah dan banyak masalah lingkungan lainya. Hal ini sangat membahayakan kelangsungan kehidupan anak cucuk kita. Ada beberapa faktor penyeban kerusakan lingkungan di Indonesia.
            Faktor utama penyebab kerusakan lingkungan adalah berkembangnya industri yang tidak di ikuti dengan pelestarian lingkungan. Pada era global ini banyak sekali infestor asing yang menananmkan modalnya di Indonesia . Indonesia tidak hanya dijadikan tempat penanaman modal tetapi juga di jadikan tempat untuk mendirikan perusahaan-perusahaan dan tempat-tempat industri seperti yang dilakukan beberapa perusahaan multinasional seperti Freeport, cevron, danone dan banyak perusahaan asing. Mereka tidak hanya menanamkan modal saja tetapi langsung mendirikan industri di Indonesia. 
Dengan banyak nya jumlah industri ini maka di perlukan banyak ruang untuk mendirikan pabrik-pabrik, maka tak jarang orang-orang mendirikan pabrik di daerah-daerah resapan atau ruang terbuka hijau. Bahkan yang lebih parahnya lagi tidak sedikit hutan yang di sulap menjadi tempat industri. Hal ini jelas akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah. Selain pendirian bangunan di ruang yang di guanakan sebagai ruang hijau. Pesatnya pertumbuhan industri ini juga memberikan dampak lain yaitu pengolahan limbah yang dilakukan secara tidak sempurna seperti banyak pabrik-pabrik yang membuang limbahnya begitu saja ke sungai dan menyebabkan pencemaran sungai.Cerobong asap pabrik yang dibiarkan begitu saja tanpa di pasang saringan menyebabkan polusi udara.
Faktor lain yang menyebabkan kerusakan lingkungan adalah pertumbuhan penduduk yang begitu cepat. Hal ini menyebabkan dibutuhkanya pembangunan sarana dan prasarana seperti perumahan jalan raya, rumah sakit dan sekolah. Tak jarang pembangunan sarana dan prasara ini mengorbankan hutan dan daerah  resapan air dan ruang hijau lainya. Hal ini dapat dilihat secara nyata di Ibukota, Pembangunan rumah yang tidak sesuai dengan tata ruang kota. Banyak warga yang mendirikan hunian di tepi-tepi sungai yang seharusnya digunakan sebagai  daerah hijau atau daerah resapan. Pembangunan jalan-jalan dengan di beton yang tidak memungkinkan air hujan untuk meresap.
Faktor lain adalah sifat manusia yang mulai terpengaruh oleh kapitalisme. Kebutuhan manusia saat ini sudah tidak hanya sebatas kebutuhan primer dan sekunder saja melainkan sudah membutuhkan kebutuhan tersier dan mewah. Sifat-sifat serakah manusia turut membuat bumi ini menangis. Masih banyak penebangan liar yang terjadi di Indonesia. Kayu-kayu dari hutan yang di curi itu dijadikan sebagai bahan bangunan dan untuk kepuasan manusia semata. Manusia sering tidak berfikir panjang dan memperhitungkan semua resiko yang terjadi akibat kelakuanya.
Semua perilaku manusia di zaman modern ini bisa menimbulkan kerusakan alam yang sangat berdampak bagi kelangsungan hidup manusia. Contoh nyata yang pernah ada adalah malapetaka lingkungan di Ethiopia, Afrika pada 1980 yang berupa kekeringan dan kelaparan yang berawal dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, penggundulan hutan, erosi tanah yang meluas, dan kurangnya daya dukung pertanian (Borwn, 1987)
Kerusakan lingkungan semacam ini terjadi akibat pandangan Antroposentrisme yang memandang manusia sebagai pusat dari system alam semesta. Manusia dan kepentinganya dianggap sebagai dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakanya yang diambil dalam kaitanya dengan alam, baik secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu manusia melihat alam hanya sebagi obyek, alat dan sarana bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Yang menjadi masalah sekarang bukan kecenderungan sefat Antroposentrisme pada diri manusia melainkan tujuan-tujuan yang tidak pantas dan berlebihan yang dikejar oleh manusia di luar batas toleransi ekosistem lah yang menyababkan kerusakan lingkungan.
Sudah banyak usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ingkungan ini. Diantaranya adalah penggunaan energy konvensional agar industri tidak mencemari lingkungan. Namun penerapan kebijakan ini masih sangat minim. Hal lain adalah dengan pembuatan peraturan-peraturan dengan sanksi-sanksi yang tegas. Seperti peraturan tentang pembalakan liar, Peraturan tentang pembungan limbah. Peraturan dalam pembangunan yang harus melakukanan Analisi Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL). Kebijakan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.  Dan masih banyak peraturan lainya yang di buat. Namun semua peraturan itu hanya menajadi sebuah pelengkap saja tanpa diterapkan. Manusia cenderung lebih mengutamakan dirinya sendiri dari pada memikirkankelangsungan hidup generasi senjutnya.
Dan dampaknya alam pun bisa murka terhadap manusia. Sudah banyak terjadi bencana akibat ulah tangan manusia, seperti banjir bandang di Papua, tanah longsor, dan bencana banjir yang sering menyapa warga ibukota. Namun manusia menganggap ini semua sebagai hal yang wajar terjadi. Manusia cenderung mengasosiasikan jika semua ini merupakan gejala alam yang sering terjadi, dan wajar bila terjadi. Ternyata peraturan dan kebijakan pemerintah yang begitu bagus dan sempurna tidak mampu diterapkan karena kekurang sadaran manusia terhadap lingkungan.
Di sisilain jauh dari peradapan besar kota metropolitan. Di daerah-daerah yang tidak terpengaruh industrialisasi masih terdapat beberapa teradisi kearifan local yang dapat menjadi solusi untuk masalah kerusakan lingkungan yang ada di era global. Tradisi ini erat hubunganya dengan kesan mistis atau klenik.  Tradisi atau kepercayaan semacam ini merupakan hasil kebudayaan masa Megalitikum. Pada masa megalitikum terdapat beberapa kepercayaan. Yang pertama adalah kepercaan terhadap roh nenek moyang atau yang disebut dengan dinamisme. Yang kedua adalah kepercayaan terhadap benda-benda alam yang memiliki kekuatan magis, yang terakir adalah totemisme yang merupakan kepercayaan terhadap hewan.
Kepercayaan-kerpercayaan ini tidak hilang setelah munculnya agama-agama, melainkan kepercayaan ini menjadi suatu tradisi yang menambah kekayaan suatu masyarakat. Sebagai contoh nyata adalah upacaya-upacara adat seperti sedekah bumi, sedekah laut, dan  bersih desa.  Upacara sedekah laut sering dilakukan masyarakat pesisir laut sebagai ucapan terimakasih terhadap laut yang telah memberikan sumber kehidupan berupa ikan. Upacara ini bisa di temui di daerah Kebumen, dan daerah-daerah Pantura. Selain itu juga terdapat upacara larung sesaji di pantai Parangtritis dan Parang kusuno. Dalam upacara larung sesaji itu merupakan perwujudan persembahan kepada ratu pantai selatan selaku penguasa pantai selatan.
Dalam kepercayaan masyarakat sekitar bila upacara-upacara ini tidak dilakukan akan menimbulkan mala petaka yang tidak bisa di fikirkan menggunakan rasio. Namun dibalik hal –hal yang tidak mampu difikirkan dengan akal sehat itu dapat diambil nilai positifnya. Hal ini memberikan petuah jika manusia harus mengahrgai dan menghormati alam yang telah memberikan kehidupan. Dengan upacara-upcara seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan secra tidak langsung.
Hal lain yang menjadi cirikhas masyarakat Indonesia khususnya pulai jawa adalah pengkeramatan suatu tempat dan benda seperti pohon dan batu. Di Daerah jawa sendiri banyak hutan-hutan yang dikeramatkan atau tidak boleh di jamah manusia. Seperti mitos di hutan Gunung Gede. Mitos di hutan lereng gunung merbabu. Mitos-mitos semacam ini membuat manusia enggan masuk kedalam hutan bahkan untuk merusaknya.
Contoh nyata yang benar-benar saya amati adalah pengkeramatan sejumlah pohon yang ada di daerah Klaten. Daerah klaten adalah daerah yang masih kuat dengan kesan mistis dan angker. Di desa Bendungan, kecamatan Wonosari, Klaten. Di desa yang terletak tidak jauh dari sungai bengawan terdapat beberapa pohon yangdi keramatkan. Salah satunya Adalah pohon besar yang beruasia ratusan tahun yang terdapat di komlek perumahan warga. Pohon ini adalah pohon Randu Alas. Dikalangan masyarakat desa berkembang mitos bila siapa yang sengaja menebang pohon itu dan pohon-pohon disekitar itu akan mendapatkan musibah. Tidak hanya itu bila pohon itu di tebang desa itu akan mendapatkan banyak musibah. Dan sampai sekarang pohon itu masih tegak berdiri.
Hal-hal seperti ini banyak di jumpai di daerah Klaten. Banyak pohon-pohon yang dikramatkan. Bahkan lebih dari itu pohon-pohon diberikan sesaji sebagai tanda penghormatan.  Itulah sebabnya Klaten masih menjadi daerah yang hijau walaupun pertumbuhan industri juga berjalan. Lebih dari itu bila melakukan penebangan pohon secara liar bukan sanksi hukum saja yang di dapat melainkan sanksi moral dan adat ikut berbicara. Karena kepercayaan tehadap hal-hal mistis secara tidak langsung masyarakat akan merasa bersalah telah merusak alam. Karena bagi masyarakat sekita alam itu bukan obyek melainkan benda mati yang mempunyai kekuatan yang bisa mempengarui hidupnya. Anggapan semacam ini tidak lah salah. Secara logika alam memang memiliki kekuatanya sendiri. Bila alam tidak dijaga tentulah akan menimbulkan bencana
Selain pengkeramatan pohon dan hutan di lereng merapai. Terdapat tempat lain yang di keramatkan seperti bukit Taruwongso, Pengkeramatan sungai. Dalam kepercayaan masyarakat setempat masyarakat dilarang menebang pohon di bukit Taruwongso karena bial di tebang penunggu bukit akan marah. Jika ditelaah dengan logika penebangan pohon di bukit ini akan menimbulkan tanah longsor. Masyarakat juga dilarang membuang sampah disungai karena bila membuang sampah di suangai Nyi Blorong atau manusia setengah ular dalam kepercayaan setempat merupakan penghuni suangai akan marah. Namun jika di telaah dengan logika pembuangan sampah di suangai akan memnyebabkan banjir.  Dalam era modern seperti ini mitos di Daerah klaten masih tumbuh berdampingan dengan pembangunan. Itulah sebabnya pembangunan yang terjadi di daerah ini masih memegang prinsip pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
 Walaupun tradisi dan mitos semacam ini tidak bisa di telaah dengan akal sehat, namun tradisi dan mitos-mitos ini lebih efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dibandingkan dengan peraturan-peraturan modern yang dibuat pemerintah . Bayangkan bila semua hutan di Indonesia dikeramatkan. Atau semua pohon di Indonesia di keramtakan tentulah tidak ada pohon yang ditebang. Kepercayaan semacam ini merupakan kearifan local yang perlu dijaga dan dilestarikan. Hal-hal semacam ini secara tidak langsung merupakan wujud penghormatan terhadap alam.
Mungkin bila mitos-mitos ini juga diterapkan beriringan dengan pembangunan yang ada tentulah pembangunan yang berjalan sesuai dengan nilai-nilai konservatif dan penghargaan terhadap lingkungan. Karena dari segi historisnya kesan mistik dan angker sudah melekat pada bangsa Indonesia semenjak masa pra akasara dan masih eksis keberadaanya walaupun masuknya gama-agama baru.Walaupun memiliki kepercayaan masyarakat Indonesia juga masih memegang teguh kepercayaan-kepercayaan diatas sebagai warisan budaya dan adat, hal inilah yang  menjadi suatu cirri khas bangsa Indonesia. Tidak ada salahnya bila kita tetap melestarikan kepercayaan-kepercayaan semacam ini dalam kehipuan di era modern ini. Karena memang dari segi historis masyarakat Indonesia tidak bisa dilepaskan dari hal-hal yang berbau mistis dan klenik semacam ini.

Anatomi ideologi Fasisme



BAB II
PEMBAHASAN
           
Fasisme adalah sebuah faham yang mengangungkan kekuatan absolut tanpa demokrasi, dimana negara mempunyai kewenangan untuk membuat warganegaranya seragam dalam menjalani disiplin tertentu dalam rangka meraih tujuan-tujuan moral dan kultural. Negara diberi kewenangan untuk mengendalikan kegiatan warganya. Pemerintah fasis selalu otoriter dan totalitarien. Dimana jika ada seseorang yang tidak tunduk kepada negara atau kekuasaan politik akan disingkirkan (Arif Purnomo, 2007 : 14).

A.    Pemikir awal
1.      Hegel
            Fasisme merupakan perkembangan radikal terhadap teori negara yang dikembangkan Hegel, dimana dalam teori negara tersebut menjelaskan bahwa terdapat pemberian kekuasaan yang besar kepada negara, hal ini terjadi dikarenakan karena ada pertentangan kepentingan pribadi dari Individu yang egoistis melawan kepentingan umum yang lebih besar. Dalam satu kesempatan Hegel pernah mengemukakan bahwa pengorbanan yang diberikan Individu kepada negaranya merupakan ikatan Substansial antara negara dengan seluruh anggotanya. Dengan demikian pengorbanan tersebut dapat dipandang sebagai manifestasi dari tugas individu kepada bangsa dan negaranya.
Disamping berusaha untuk mewujudkan cita-cita Hegel, Fasisme juga cenderung menganut moralisme Hegel yang selalu didengungkan Hegel dan diperjuangkan Pula oleh Kant, Fitche, Green, Carly, ataupun Mazzin. Sesuai dengan ajaran tersebut, orang seyogyanya menganut kebijakan daripada memenuhi kesenangan pribadi. Ia harus lebih mementingkan tugas dan kewajiban dari pada menuntut hak semata-mata, dan pengorbanan diri atas nama masyarakat tidak harus dilaksanakan atas dasar kepentingan diri sendiri.
2.      Charles Darwin
            Darwinisme memberikan pembenaran bagi pertumpahan darah, jika ada seseorang yang tidak tunduk kepada negara harus disingkirkan. Teori Darwin perang dan konflik memberi pembenaran jika konsekuensi logis dari fasisme adalah menentang hukum dan ketertiban nasional atau perang hal ini didasarkan oleh ketiksamaan martabat manusia, elitisem, rasialisme, dan imperaliasme. Kaum fasis mengangkat derajad perang ketingkat idealisme, karna seperti dikatakan mussolini “ hanya perang yang memungkinkan pemanfaatna tenaga manusia pada tingkat kegunaannnya yang maksimal dan memberikan gelar kebangsawanan kepada mereka yang berani menghadapinya.

B.     Pendukung pemikiran :
Ø  Nicolo Machiavelli dalam bukunya The Prince, dia menyatakan bahwa seorang penguasa yang ingin berkuasa dan mempertahankan kekuasaannya haruslah menggunakan tipu muslihat dan dusta digabung dengan kekejamanan. Untuk mencapai suatu keberhasilah seorang pangeran harus mengabaikan pertimbangan moral sepenuhnya serta mengandalkan segala sesuatu atas kekuatan dan kelicikan. Dalam buku tersebut Machiavelli menekankan diatas segala-galanya yang terpenting adalah suatu negara atau penguasa harus memiliki kekuatan.
Dalam tulisanya ini secara tidak langsung ia juga menerapkan pemikiran dalam teori negara Hegel diaman terdapat pemberian kekuasaan besar terhadap negara. Namun ia menerapkan kekuasaan itu untuk penguasa. Ia juga mengadopsi pemikiran dari teori konflik dan perang milik Darwin dimana perlu kekuatan untuk dapat bertahan. (Wahyu Murtiningsih,2012:74)

Ø  Teori Marx tentang perjuangan kelas telah dirumuskan dalam fasisme dengan alur yang berbeda. Dalam hal ini dapa diterapkan dalam ruang lingkup yang lebih luas, yaitu dengan lingkup antar negara, masing-masing negara mempunyai tuntutan yang sama, yaitu untuk kedudukan yang sama dalam hubungan antar negara.




C.    Konteks Sosial

            Dalam Perang Dunia I pada tahun 1915, Italia memperoleh kemenangan namun hanya mendaptkan sedikit keuntungan  . Dalam kehidupan masyarakat Italia Perang berkepanjangan menghabiskan banyak biaya besar dan menimbulkan berbagai keresahan dalam berbagai kalangan. Sejalan dengan hal itu banyak pemikiran dan gagasan dilontarkan orang dan tidak sedikit pula usaha-usaha yang dilakukan untuk mencoba mengatasi keadaan tersebut, namun banyak tantangan yang harus dihadapi, terlebih lagi dengan melihat struktur ekonomi negara yang sudah sedemikian parah, dan tersendatnya pelaksanaan sistem demokrasi serta belum berhasilnya parlemen dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Saat- saat semacam itu banyak pehatian mulai diarahkan pada Benito Musolini, yang pada masa itu dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam gerakan sosialis Italia sampai tahun 1914. Pada maret 1919 Mosolini mengorganisir suatu gerakan yang disebut Fasci di Camattimento dengan tujuan mengembalikan Italia menuju Kejayaannya. Benito mussolini menyuarakan untuk mengembalikan masa-masa kejayaan Romawi.
            Sedangkan fasis dijerman yang dipimpin oleh Hitler dilatar belakangi oleh pemikran jika Jerman merasa superior tetapi dalam hal ekonomi masih dibawah kendala Yahudi, oleh karena itu mereka ingin bebas dari pengeruh bangsa Yahudi terhadap perekonomian Jerman.
D.    Konsep Pemikira
            Negara memiliki suatu Kehidupan, kesatuan, dan kewenangan yang tidak selalu sama dengan yang diinginkan individu. Orang dibuat seragam dan menjalani disiplin tertentu dalam rangka meraih tujuan-tujuan moral dan Kultural. Pemerintahan negara diberi wewenang untuk mengendalikan kegiatan warganegaranya buruh dan pemilik modal harus dapat bekerja seiring dan kalau perlu dalam pengawasan dan tekanan negara. Pemerintah Fasis selalu otoliter dan totaliteral.
E.     Awal Mula dijadikan ideologi
             Secara teori fasisime muncul ketika suatu negara mengalami masa liberalisme yang sudah berada pada titik puncak. Secara empiris fasisime muncul ketika ada seorang pemimpin yang memiliki kekuatan yang sangat besar. Seperti fasisime yang berkembang di Italia yang muncul karena tokoh Mussolini yang mempunyai kekuatan yang sangat besar.
            Pada tahun 1919 gerakan Fascio yang didirikan Mussolini menjadi gerakan politik ia membentuk kelompok bertempur yang dikenal dengan “baju hitam” yang terdiri dari kumpulan penjahat dan preman. Setelah gagal dalam pemilu ia mengembangkan paham kelompoknya sehingga mulai mendapatkan pengaruh. Mereka adalah kaum fasis yang menolak parlemen dan mengedepankan kekerasan fisik. Anarki pecah dimana-mana sehingga pemerintahan liberal tak berdaya oleh karena itu raja Vick Emmanuel merasa takut dan mengundang Mussolini ke istana lalu diberi posisi sebagai pemimpin. Pada 1922 raja memintanya membentuk pemerintahan baru jadilah Italia dikelola pemerintahan fasis. (Fembri Satriya, 2008 : 44)
            Dengan dalih pemulihan Ketertiban negara, pasca Perang Dunia I, mereka mencoba mengatasi masalah yang dihadapi negara dengan cara-cara yang keras. gerakan Fasisme  yang dipelopori oleh Musolini di Italia  ini akhirnya menarik simpatik masyarakat, sehingga berhasil meluaskan pengaruhnya ke seantero Italia Sehingga dijadikan suatu ideologi.
            Dalam jangka pendek fasisme ini, memang memulihkan keadaan yang ada. Fasisme bukan sekedar sistem pemikiran yang terintegrasi, tetapi secara gradual menjelma sebagai respon terhadap situasi dan kondisi yang sudah berlangsung. Namun dalam perkembangannya ideologi fasisme ini berubah menjadi ideologi yang sangat keras, otoliter dan mengagungkan kekerasan tanpa demokrasi.
F.     Pendukung Ideologi
            Fasisme banyak dianut oleh beberapa negara di wilayah Eropa seperti Italia, Jerman dan beberapa negara lain. Di Italia, fasisme tumbuh dan berkembang setelah negara tersebut kalah dalam perang dunia pertama. Tokohnya yang menjadi pelopor perkembangan adalah Benito Mussolin atau kerap disebut dengan Bennito Mussolini. Di Jerman, paham fasisme agak sedikit berkembang lebih ekstrim. Tokohnya adalah Adolf Hitler, dengan gerakan NAZI.
G.    Strategi yang dilakukan
            Strategi yang dilakukan fasisme untuk berkuasa adalah dengan cara radikal seperti:
1.      Melarang semua partai-partai politik dan perserikatan dagang. Beberapa pemimpin oposisi dibuang ke pengasingan luar negeri dan lainnya dipenjara
2.      Melakukan penyucian otak kepada rakyatnya yang dibangun dengan propaganda dan edukasi.
3.      Penekanan pemikiran yang bertentangan dengan cara pembakaran buku-buku yang pertama kali dilakukan pada 10 Mei 1933. Hal ini dilakukan untuk menyembunyikan sejarah yang benar di masyarakat dan menggantikannya dengan pengajaran sebuah versi hayalan yang mereka tulis sendiri untuk membangun sebuah budaya dimana pemikiran kaum fasis dapat berkembang pesat.
4.      Pemimpin fasis dikeramatkan dengan penempatan gambar-gambar dan patung-pantung diseluruh penjuru negeri, hal ini menjadi aspek psikologis yang mendalam terhadap rakyat yang terus menerus merasa diri mereka berada dalam kekuasaan dan pengawasannya. Pemimpin membuat kehadirannya terasa dimana- mana untuk memberi kesan seseorang yang melihat dan mengetahui segala hal seseorang yang keramat.
5.      Menciptakan museum-museum imaginer bagi negara-negara fasis . mitos museum imaginer membuat negara fasis kuat dimata rakyatnya.
6.      Politik ekspansi fasisme, dasar ekspansi ini adalah konsep perjuangan untuk bertahan hidup diantara ras-ras, negara fasis percaya untuk berkembang menjadai sebuah bangsa mereka harus menguasai dasar-dasar lain yang lemah.

H.    Lawan dari Ideologi
            Fasisme menolak Sosialisme Marxis maupun Kapitalisme. Dibawah fasisme hak milik perseorangan dipertahankkan, sepanjang pemakaian diletakan dibawah kekuasaan negara. Pertentangan kelas tidak dibenarkan da berbagai pemogokan dibasmi. Negara dalam pandangan fasis dianggap terlepas dan ada disetiap perintah moral.Kebebasan individu ada, namun dibatasi untuk memberikan perhatian sepenuhnya kepada negara.
            Selain itu fasisme juga menolak gerakan Pasivisme, akan tetapi lebih menyukai bentuk-bentuk kekerasan, mereka juga menolak demokrasi dan liberaisme.  Fasisme memandang demokrasi liberalisme sebagai salah satu ajaran dan gerakan yang lebih berorientasi kepada pemuasan kebutuhan material dengan mengabaikan soal-soal moral dan spiritual. Sebaliknya fasisme menganggap ideologi mereka lebih mendasarkan diri pada nilai-nilai spiritual dan loyalitas dari pada sekedar pemenuhan kebutuhan perorangan.
            Sedangkan demokrasi menolak anggapan fasis bahwa anggota kelas tertentu lebih unggul dalam membuat pertimbangan dari pada anggota masyarakat lainnya, sehingga atas dasar itu mereka dengan sendirinya menjadi penguasa negara. Teori demokrasi juga menolak doktrin fasis bahwa suatu kelompok elit yang menaruh perhatian terhadap kesejahteraan umum. Menurut pandangan demokratis, hanya tuhan yang memiliki pemahaman yang sempurna tentang Kebenaran, tetapi setiap orang juga mampu, paling tidak secara parsial untuk mengetahui kebenaran itu.
            Fasisme juga menentang konservatisme yang dikembangkan oleh Joseph de Maistre. Para fasis yakin bahwa keberhasilan nasioanlaisme Italia hanya dapat dicapai bila rakyat menghormati tradisi, merasa memiliki masa lalu yang sama, dan berkomitmen untuk memodernisasi Italia.
I.       Pengaruh Ideologi
            Di Eropa fasisme mempengaruhi negara Italia dan Jerman. Di Asia ada di Jepang. Di Benua Amerika pengaruhnya di Amerika Latin.
J.    Akhir Ideologi
            Bukti tentang status fasisme   dewasa ini diseluruh dunia dapat dijumpai. Kita dapat melihat kebangkitan kembali dari gerakan-gerakan ini di Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol dan Amerika Latin. Kesulitan terbesar dalam menganalisis situasi sekarang ini adalah kenyataan bahwa jumlah anggota fasis relatif kecil, sehingga tidak menarik banyak perhatian an karenanya tampaknya kurang penting. Lagi pula, gerakan-gerakan yang didirikan oleh Hitler dan Mussolini, mulai dengan sembunyi-sembunyi dan kecil (tidak berkembang) selama bertahun-tahun. Akibatnya tidak mungkin kita mengatakan dengan pasti bahwa suatu gerakan Fasis yag besar adalah tidak mungkin. Gerakan semacam ini, tidak akan mungkin ada kecuali ada kondisi-kondisi yang menimbulkan kegelisahan, ketidakpuasan, dan tuntutan akan tantangan yang besar. Kondisi semcam ini dapat dijumpai di banyak negara termasuk Amerika Serikat. Pemimpin-pemimpin populer dapat memberontak di sejumlah negara dan mencapai keberhasilan melalui gerakan fasis apakah menggunakan lambang aktual ataupun tidak.
            Sebagai kesimpulan, survey tentang fasisme dan nazizme masih ada di tengah-tengah kita. Rezim-rezim dan organisasi-organisasi yang mereka prakarsai, atau yang menggunakan cara-cara yang telah mereka buat sangat populer, masih dijumpai di kelima benua ini (Lyman Tower Sargent, 1984 : 165).


            Daftar pustaka

Sumber :
·         Purnomo, Arif. 2007. Sejarah Ideologi;Buku Ajar. Semarang : FIS Unnes.
·         Sargent, Lyman Tower. 1984. Ideologi-ideologi Politik Kontemporer ; sebuah analisis komparatif. Penerjemah A.R Henry Sitanggang. Jakarta : Erlangga.
·         Satriya, Fembri. 2008. Para Pembantai ; Yogyakarta :Media Ilmu
·         Murtiningsih, Wahyu.2012. Para Filsuf dari Plato sampai Ibnu Bajjah.Yogyakarta: IRCiSoD

ANATOMI TOKOK MACHIAVELLI



ANATOMI TOKOH NICCOLO MACHIAVELLI
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH SEJARAH IDEOLOGI DAN FILSAFAT SEJARAH



DISUSUN OLEH
LILIANY RATNA PRAMESTI
3101412022


JURUSAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN

I.     LATAR BELAKANG
Faham fasisme adalah faham yang sangat terkenal di Italia setelah perang dunia I berakir. Faham ini berbicara tentang konsep pemberian kekuasaan yang besar kepada Negara untuk membuat warga negaranya sama dalam menjalani disiplin tertentu untuk mencapai tujuanya. Faham dijadikan ideologi di italia oleh Benitto Mussolini. Fasisme terkenal dengan kediktatoranya dan cara-caranya yang bisa dikatakan tidak bersih dalam merebut kekuasaan.  Secara teoritis, fasisme muncul ketika suatu Negara sudah mencapai titik puncak leberalisme. Namun dalam kenyztaanya atau secara empiris, fasisme muncul karena adanya  seseorang dengan kekuatan yang besar.
Seperti halnya Mussolini yang bisa mendapatkan kedudukan di pemerintahan setelah ia mampu merekrut sejumlah besar para preman dan kriminal yang berwajah  seram dan mengajaknya memasuki wilayah Roma dan memaksa Raja Victor selaku pemimpin Italia pada saat itu memberikan kekuasaan kepada Mussolini. Begitu juga dengan Hitler yang menerapkan fasisme di Jerman melalui partainya Nazi. Pemerintahan kedua fasis ini sangat mendapat sorotan dari seluruh dunia. Karena cara-caranya untuk mencapai tujuan  dan mempertahankan kekuasaan yang begitu kejam .
Namun lebih dari itu pemikiran-pemikiran yang ditertapkan kedua tokoh ini mengadopsi pemikiran dari seorang filsuf dari Italia yang sangat realis yaitu Niccolo Machiavelli. Machiaveli adalah seorang tokoh yang merupakan realis sejati.  Sebagai tokoh realis ia dikutuk banyak orang karena dianggap tidak bermoral namun ia juga dipuja selaku realis sejati.
Dalam makalah ini akan di kupas mendalam tentang Machiaveli. Siapakah tokokh yang mampuu mempengarhi sebagian besar tulisanya? Bagaimana konteks sosial kehidupanya? Dan siapa sajakah tokoh yang mampu dia pengarui dan mengadopsi pemikiranya?


II.        RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimanakah kehidupan Niccolo Machiavelli.?
2.      Siapakah filsuf yang mempengaruhi pemikiranya ?
3.      Bagaimankah keadaan sosial ketika ia hidup ?
4.      Bagaimanakah konsep pemikiran yang ia hasilkan ?
5.      Siapa sajakah tokoh yang mengadopsi pemikiranya?


III.       Tujuan Penulisan

1.      Untuk mendiskripsikan kehidupan Machiavelli dalam bentuk Biografi singkat
2.      Untuk menelusuri tokoh-tokoh pendahulu yang mempengaruhi pemikiran Machiavelli
3.      Mendiskripsikan secara singkat situasi sosial di saat Machiavelli hidup
4.      Mendiskripsikan konsep dasar pemikiran Machiavelli.
5.      Menyebutkan tokoh yang mendapat pengaruh dari pemikiran Machiavelli.

IV.              Manfaat Penulisan
1.      Agar para pelajar dapat memahami dengan benar siapakah Tokoh Machievelli tersebut sehingga tidak memberikan penilaian secara semabarangan.
2.      Untuk lebih mengerti tentang fasisme secara mendalam kita harus mengungkap tokoh yang berada di baliknya
3.      Untuk mengetahui sejarah pemikiran Machiavelli dari pemikiran yang sederhana menuju pemikiran yang kompleks
4.      Untuk mengetahui perkembangan pemikiran Machiavelli sehinga mudah memnghubungkanya dengan pemikiran Fasis yang berkmebang di Jerman.


BAB II
PEMBAHASAN

A.     BIOGRAFI SINGKAT
Machiavelli seorang  filsuf politik Italia, Lahir dengan nama lengkap Niccolo Machiavelli lahir pada 3 Mei 1469 di Florence, Italia.  Ia lahir dari seorang ahli hukum yang terkemuka pada saat itu. Keluarganya adalah keluarga yang terpandang namun tidak begitu kaya.  Ia lahir pada puncak Renaissance, yang pada saat itu Italia dibagi dalam negara-negara kecil.
Pada tahun 1492 dia memperoleh kedudukan tinggi  di pemerintahan sipil Florence pada saat usianya 29 tahun.  Selama empat belas tahun ia mengapdikan diri untuk pemerintahan Florentine dan terlibat dalam beberapa misi dilpomatik. Namun pada 1512 ketika Republik Florentine berhasil direbut kembali oleh penguasa Medici ia pun dipecat. Dan setahun kemudian ia ditahan atas tuduhan terlibat dalam komplotan melawan penguasa Medici. [1] Namun karena ia tetap bertahan dan bertahan jika ia tidak bersalah maka ia pun segera dilepaskan
Ia juga menikah dengan Marietta Corsini pada 1502 dikaruniai enam orang anak. Setelah ia terbebas dari tuduhan menggulingkan penguasa Medici  ia pensiun dan tinggal di sebuah perkebunan kecil di San Casciano, sebuah tempat yang tidak jauh dari Florence. Ia meninggal dunia pada 21 Juni 1527 pada usia 58 tahun.
Ada banyak karya yang ia hasilkan selama ia Hidup. Diantaranya adalah buku tentang politik yaitu Discorsi Sopra la Prima Deca di Tito Livio ( Diskursus tentang Livio) DAN Il Principe ( Sang Pangeran). Selain itu ia juga mengarang buku tentang sejarah, yaitu History of Florence, Discourse on Frist Decade of Titus Livius, dan History of affair of Lucca. Dalam bidang sastra ia pernah menulis suatu tiruan dari The Golden Ass of Pauleius, the Play Mandragola, serta seven books on the Art of War.  Dan banyak lagi karya Machiavelli lainya
Namun karya Machiavelli yang paling terkenal adalah Il Principe. Dalam buku ini diuraikan tindakan yang bisa atau perlu dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaanya. Baik dengan jalan yang baik maupun yang jahat.  Terdapat tiga pandangan yang berbeda tentang Macciavelli bila dilihat dari hasil karyanya. 
Yang pertama adalah pandangan yang menyatakan jika Machiavelli adalah pengajar kejahatan yang amoral.[2] Hal ini dikarenakan melihat ajaran Machiavveli yang menolah nilai keadilan, kasih sanyang dan cenderung mengajarkan kekerasan dan penindasan. Pandangan kedua melihat Machiavelli sebagai seorang pragmatis yang melihat tidah berfungsinya nilai, moral dan etika dalam kehidup politik[3]. Dan pandangan ketiga yang melihat Machiavelli sebagai seseorang yang mengungkap politik secara ilmiah dan cara berfikir seorang ilmuan. Machiavelli membedakan fakta politik dan nilai moral [4].

B.     FILSUF  YANG MEMPENGARUHI

1.      HEGEL.
Konsep- konsep tentang kekuasaan yang tanpa batas dalam teori negera hegel telah diterapkan pada diri seorang penguasa dalam pendapat Machiavelli. Dalam teori Negara Hegel diungkapkan bahawa terdapat pemberian kekuasaan yang besar terhadap Negara. Hal ini lah yang diadopsi Machiaveli yaitu pemberian kekuasaan yang besar yaitu dengan cara apapun, baik itu baik maupun buruk  kepada seorang individu yang ingin memperoleh kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan.
2.      DARWIN
Teori Darwin tentang konflik dan perang setidaknya juga mengilhami Maciaveli. Tebukti terdapat beberapa konsep yang diambilnya dalam teori konflik dan perang. Dalam teori konflik di jelaskan bila seseorang yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan punah. Oleh karena itu Machiaveli menekankan kekerasan dan kekuatan untuk mencapai dan melanggengkan sebuah kedudukan.
3.      CEASAR BORGIA
Adalah seseorang yang dipuji-puji oleh Machiavelli dalam bukunya Il Principe. Caesar Borgia adalah anak dari Alexander VI. Ia melakukan tindakan yang banyak mengilhami pemikiran Machiavelli. Dari ialah Machiaveli dapat membuka mata dan mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Caesar Borgia menjadi satu-satunya yang mewarisi dan sekaligus harus  melanjutkan dinasti pemerintahan ayahnya setelah kematian saudaranya.  Ia ingin menaklukan wilayah yang seharusnya menjadi miliknya bukan milik Kepausan. Ia menaklukan wilayah-wilayah ini dengan senjata dan kekerasan atas nama Paus.  Selain itu Caesar Borgia juga ingin memanipulasi Badan Kardinal sehingga Paus berikutnya dapat di jabat oleh sahabatnya . Dari kehidupan nyata ini, Machiaveli menunjukan bahwa seorang pangeran baru haruslah bisa menciptakan sebuah peraturan baru yang dapat melanggengkan kekuasaanya walaupun dengan cara yang kurang baik.

C.     KONTEKS SOSIAL.

Machiaveli hidup ketika puncak Renaisance. Renaissance merupakan Antitesis terhadap peraturan-peraturan abad gelap, abad dimana terjadi kemunduran yang besar dalam bidang ilmu dan keduaniawian dan hanya mengedepankan kehidupan surgawi. Pada saat Renaissance munculah para pembaharu- pembaharu dalam kehidupan duniawi maupun kehidupan agama. Pada saat itu munculah Savonarola yang menguasai Florentine. Savonarola berakir dengan menyedihkan dan akir riwayat Savonarola sangat berkesan untuk Machiavelli. Machievelli mengatakan “ semua nabi yang bersenjata berhasil mencapai tujuanya, sedangkan yang tidak bersenjata gagal.” [5]
Selain itu pemikiran machiaveli juga tumbuh ketika ia menyaksikan sendiri hal-hal yang dilakukan Caesar Borgia dalam mempertahankan kekuasaan yang telah di bangun ayahnya Alexander VI. Caesar Borgia mempertahankan kekauasaan dengan jalan-jalan kekerasan, manipulasi dan tipu daya. Dengan hal-hal yang ia saksikan sendiri ini mulai tumbuhlah pemikiran Machiavelli yang realistis dan pragmatis. Yang selalu menyampaikan kebenaran dalam bidang politik yang sebelumnya ditutupi oleh pelaku-pelaku politik lainya.
Pada masa Renaisance Italia tebagi-bagi dalam beberapa wilayah. Oleh karena itu Italia lemah dalam segi militer namun kuat dalam segi kultur atau kebudayaan.


D.     KONSEP PEMIKIRAN
Konsep pemikiran Machiavelli adalah seorang penguasa yang ingin berkuasa atau memperkuat kekuasaanya haruslah menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta digabung dengan kekejaman dan kekuatan.
Pemikiran lain Machiavelli yang masih berhubungan dengan pemikiran diatas adalah pemikiran dasar dari buku The Prince atau Il principe[6]. Buku ini bisa dianggap sebagai Nasehat praktis terpenting untuk seseorang kepala Negara.  Pemikiran dasar buku ini adalah untuk mencapai sebuah keberhasilan, seorang pangeran harus mengabaikan pertimbangan moral sepenuhnya serta mengandalkan segala sesuatunya atas kekuasaan dan kelicikan.  Dalam buku ini Machiavelli menekankan bahawa Negara haruslah dipersenjatai secara baik.  Karena hanya dengan tentara yang diwajibkan dari Negara adalah tentara yang bisa dipercaya sedangkan tentara dari Negara lain atau tentara bayaran bisa membahayakan.
Machiavelli mengakui jika hukum yang baik dan tentara yang baik adalah dasar bagi suatu tatanan system politik yang baik. Namun karena paksaan dapat menciptakan legalitas, maka ia menitik beratkan perhatian pada paksaan. Karena tidak ada hukum yang baik tanpa senjata yang baik, maka Machiavelli hanya akan membicarakan masalah senjata. Dengan kata lain, hukum secara keseluruhan beersandar pada kekuatan yang memaksa.
Otoritas adalah hal yang tidak lepas dari kekuatan untuk memaksa. Oleh karena itu ia menyimpulkan jika kekuatan akan selalu tepat jika digunkan, seperti halnya kekarasan yang secra efektif dapat secara efektif mengontrol legalitas. Seseorang akan patuh karena takut terhadap suatu hukuman yang akan diperoleh jika melanggar peratuaran itu. Baik hukuman fisik atapun kehilangan hak, dan hal kepemilikan terhadap suatu benda.  Hal ini menunjukan bahwa politik dapat diartikan sebagai sebuah supremasi kekuasaan yang memaksa atau otoriter.


E.      TOKOH YANG DIPENGARUHI
1.      MUSOLINI
Musolini adalah tokoh fasisme Italia. Fasisme di Italia muncul karena ada seorang penguasa yang kuat yaitu Benito Musolini. Dalam upaya mendapatkan kedudukan di pemerintahan Benito merekrut para preman dan kriminil untuk membuat takut raja Victor. Dan akirnya raja Victor pada oktober 1922 memerintahkanya untuk membentuk pemerintahan[7]. 
Hal ini menunjukan bahwa musolini memang menerapkan nasehat Machiaveli dalam bukunya Il principe. Yang mengatakan bahwa jika seseorang ingin berkuasa atau melanggengkan kekuasaanya harus lah dengan menggunakan tipu muslihat, licik, dan dusta digabung dengan kekejaman dan kekuatan.  Dalam hal ini tentulah Musolini menggunakan kekerasan dalam mencapai kekuasaan dibuktikan dengan merekrut para preman yang membuat kekacauan sehingga raja Victor memberi perintah kepadanya untuk membentuk pemerintahan.
Setelah menjadi pemimpin hal pertama yang dilakukan Musolini adalah menyerang Ethiopia yang menunjuk pada ajaran darwinisme yang memandang Ethiopia adalah ras rendah karena berkulit hitam.[8] Hal ini menunjukan bahawa selama kepemimpinanya ia mendewakan kekerasan .
Musollini adalah satu dari sedikit tokoh yang memuji  Machiavelli di depan umum[9]. Karena teori yang berdasarkan realitas kehidupan politik pada masanya. 
2.      HITLER
Hitler adalah pemimpin partai Nazi yang berfaham fasisme di Jerman. Ia juga sahabat dari Musollini. Sepak terjang Nazi dengan hitler sebagai tokoh sentralnya telah menyebabkan tragedy kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah dunia. Tidak kurang dari enam juta rakyat jerman terutama kaum Yahudi, Homoseksual, orang cacat dan orang-orang yang tidak disukai dibantai oleh nazi secara kejam.[10]
Sebab sebenarnya Nazi membantai kaum Yahudi adalah pimikiran dimana Jerman adalah ras yang superior namun dalam kendali ekonomi jerman masih dibawah Yahudi. Untuk mencapai kedaulatan penuh atas pemerintahan maupun atas ekonomi jerman melalui nazi melakukan pembantaian terhadap Yahudi. Cara ini adalah pelaksanaan nyata dari teory yang pernah diungkapkan Machiavelli dalam Ik principe.  Yang menggunakan kekerasan kekejaman dalam meraih sebuah kekuasaan.  Walaupun Hilter tidak secra terang-terangan mengakui bahwa ia mengikuti jejak sahabatnya Musolini menganggumi Machiaveli namun hendaknya pemikiran machiaveli menghilhami tindakan-tindakan Hitler dalam Rezimnya.


Daftar Pustaka
·         Sargent, Lyman Tower. 1984. Ideologi-ideologi Politik Kontemporer ; sebuah analisis komparatif. Penerjemah A.R Henry Sitanggang. Jakarta : Erlangga.
·         Satriya, Fembri. 2008. Para Pembantai ; Yogyakarta :Media Ilmu
·         Murtiningsih, Wahyu.2012. Para Filsuf dari Plato sampai Ibnu Bajjah.Yogyakarta: IRCiSoD
·         Russell, Betrand. 2002. Sejarah Filsafat Barat.  Yogyakarta : Pustaka pelajar
·         Ebenstein, William. 1990. Isme-Isme dewasa ini. Jakarta : Erlangga



[1]  Para Filsuf dari Palto sampai Ibnu Bajjah. Didalamnya dituliskan jika Machiaveli di siksa atas tuduan menjadi komplotan saat menggulingkan Lorenzo penguasa Medici sebelumnya.
[2] Pandangan ini di kemukakan Leo Strauss (1957)
[3] Pandangan oleh Croce 1925
[4] Pandangan dari Ernst Cassier (1946)
[5] SEJARAH FILSAFAT BARAT. Hal 663.
[6] The Prince atau Il principe sebenarnya merupakan surat Machiavelli kepada Lorenzo de Medici penguasa Florence kala itu ( Wahyu Murtiningsih, 2012 : 74)
[7] Musolini adalah tokoh yang mendirikan gerakan fasci di camantimento. Gerakan ini adalh upaya untuk memulihkan keadaan italia pasca PD I. Selain itu ia juga membentuk kelompok untuk bertempur yang di sebut baju hitam. Sebagai upaya untuk memperoleh kekuasaan. ( Fembri satriya, 2008 : 44)
[8] (Fembri Satriya, 2008:44)
[9]  (Wahyu murtiningsih , 2012 : 76)
[10] (Fembri Satriya, 2008 : 21)